Blogger

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 06 Oktober 2013

Sepuluh Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga (Asratul Kiraam).

1. Abu Bakar Siddiq ra.
Beliau adalah khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah Saw. Selain itu Abu bakar juga merupakan laki-laki pertama yang masuk Islam, pengorbanan dan keberanian beliau tercatat dalam sejarah, bahkan juga didalam Quran (Surah At-Taubah ayat ke-40) sebagaimana berikut : “Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang (Rasulullah dan Abu Bakar) ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya:”Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Abu Bakar Siddiq meninggal dalam umur 63 tahun, dari beliau diriwayatkan 142 hadiets.
2. Umar Bin Khatab ra.
Beliau adalah khalifah ke-dua sesudah Abu Bakar, dan termasuk salah seorang yang sangat dikasihi oleh Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya. Sebelum memeluk Islam, Beliau merupakan musuh yang paling ditakuti oleh kaum Muslimin. Namun semenjak ia bersyahadat dihadapan Rasul (tahun keenam sesudah Muhammad diangkat sebagai Nabi Allah), ia menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraish terhadap diri Nabi dan sahabat. Dijaman kekhalifaannya, Islam berkembang seluas-luasnya dari Timur hingga ke Barat, kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukkannya dalam waktu hanya satu tahun. Beliau meninggal dalam umur 64 tahun karena dibunuh, dikuburkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah dibekas rumah Aisyah yang sekarang terletak didalam masjid Nabawi di Madinah.
3. Usman Bin Affan ra.
Khalifah ketiga setelah wafatnya Umar, pada pemerintahannyalah seluruh tulisan-tulisan wahyu yang pernah dicatat oleh sahabat semasa Rasul hidup dikumpulkan, kemudian disusun menurut susunan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Saw sehingga menjadi sebuah kitab (suci) sebagaimana yang kita dapati sekarang. Beliau meninggal dalam umur 82 tahun (ada yang meriwayatkan 88 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.
4. Ali Bin Abi Thalib ra.
Merupakan khalifah keempat, beliau terkenal dengan siasat perang dan ilmu pengetahuan yang tinggi. Selain Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib juga terkenal keberaniannya didalam peperangan. Beliau sudah mengikuti Rasulullah sejak kecil dan hidup bersama Beliau sampai Rasul diangkat menjadi Nabi hingga wafatnya. Ali Bin Abi Thalib meninggal dalam umur 64 tahun dan dikuburkan di Koufah, Irak sekarang.
5. Thalhah Bin Abdullah ra.
Masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Siddiq ra, selalu aktif disetiap peperangan selain Perang Badar. Didalam perang Uhud, beliaulah yang mempertahankan Rasulullah Saw sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jari beliau. Thalhah Bin Abdullah gugur dalam Perang Jamal dimasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib dalam usia 64 tahun, dan dimakamkan di Basrah.
6. Zubair Bin Awaam
Memeluk Islam juga karena Abu Bakar Siddiq ra, ikut berhijrah sebanyak dua kali ke Habasyah dan mengikuti semua peperangan. Beliau pun gugur dalam perang Jamal dan dikuburkan di Basrah pada umur 64 tahun.
7. Sa’ad bin Abi Waqqas
Mengikuti Islam sejak umur 17 tahun dan mengikuti seluruh peperangan, pernah ditawan musuh lalu ditebus oleh Rasulullah dengan ke-2 ibu bapaknya sendiri sewaktu perang Uhud. Meninggal dalam usia 70 (ada yang meriwayatkan 82 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.
8. Sa’id Bin Zaid
Sudah Islam sejak kecilnya, mengikuti semua peperangan kecuali Perang Badar. Beliau bersama Thalhah Bin Abdullah pernah diperintahkan oleh rasul untuk memata-matai gerakan musuh (Quraish). Meninggal dalam usia 70 tahun dikuburkan di Baqi’.
9. Abdurrahman Bin Auf
Memeluk Islam sejak kecilnya melalui Abu Bakar Siddiq dan mengikuti semua peperangan bersama Rasul. Turut berhijrah ke Habasyah sebanyak 2 kali. Meninggal pada umur 72 tahun (ada yang meriwayatkan 75 tahun), dimakamkan di baqi’.
10. Abu Ubaidillah Bin Jarrah
Masuk Islam bersama Usman bin Math’uun, turut berhijrah ke Habasyah pada periode kedua dan mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah Saw. Meninggal pada tahun 18 H di urdun (Syam) karena penyakit pes, dan dimakamkan di Urdun yang sampai saat ini masih sering diziarahi oleh kaum Muslimin.

“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang petama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dengan mereka dan mereka ridho kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.” (Qs At-Taubah : 100)


Sumber: dakwatuna

Sabtu, 04 Mei 2013

HIJABMU IDENTITASMU.


Setiap pagi sebelum meninggalkan rumah untuk bekerja, aku mengikat rambut dan menutup seluruh bagian rambut hingga leher dengan sehelai kain. Selembar kain itu sudah menjadi bagian dari perlengkapan pakaianku. Shaista ‘Aziz, wartawati muslimah berkebangsaan Inggris, sejak beberapa tahun lalu memutuskan untuk mulai mengenakan hijab. Seperti beribu-ribu muslimah yang ada di seluruh dunia, hijab telah merupakan bagian dari dirinya, yang dipakainya dengan perasaan bangga dan percaya diri.
Dia memutuskan memakai jilbab setelah mengalami perjalanan batin yang panjang untuk mempelajari lebih dalam tentang Islam sebagai agamanya. Perjalanan batin ini dimulai setahun sebelum terjadi serangan terhadap gedung World Trade Center di New York. Keinginannya mempelajari Islam semakin kuat setelah kejadian 11 September di New York yang menggegerkan dunia itu.
Ketika itu penduduk muslim yang ada di seluruh dunia, termasuk Inggris berada di bawah ancaman dan tekanan para politisi dan media Barat di Inggris. Saat itulah muncul keinginannya untuk tampil sebagai seorang muslimah yang eksis.
Shaista ‘Aziz adalah muslimah terdidik dari dunia barat, walaupun tidak banyak tahu tentang bagaimana keadaan muslimah di negara lain seperti Irak, Bosnia, Somalia dan Palestina. Namun dia tetap yakin dan mantap menyatakan identitasnya melalui Islam dan jilbab.
Sejak kejadian 11 September di New York itu, telah terjadi lonjakan fantastis ‘jilbaber’ di kalangan Muslimah, khususnya wanita muda Inggris. Dari komentar mereka diketahui bahwa hampir semua melakukannya sebagai sebuah pilihan.
Sekarang ini, bila berjalan-jalan hampir semua jalan raya di Inggris, setiap Sabtu pagi, maka kita akan bertemu dengan para muslimah muda yang mengenakan jilbab. Umumnya dalam warna sangat serasi dengan pakaian mereka. Kemudian dalam perjalanan menuju tempat kerja setiap pagi, maka kita akan lebih sering bertemu saudara-saudara muslimah yang aktif, mengenakan jilbab dengan gaya yang berbeda-beda, dibandingkan para wanita lain yang mengenakan pakaian beraneka ragam.
“Dengan mengenakan hijab aku merasakan suatu kekuatan besar mengalir dalam diriku. Sekarang setiap hari adalah hari yang indah bagi rambutku, sepanjang yang aku ingat dan rasakan. Ketika aku berjumpa dengan muslimah lain di jalan, kami selalu tersenyum, kadang-kadang saling menganggukkan kepala dan saling menyapa, assalamulaiakum, wa ‘alaikum salam.” Ujar Shaista bangga.
“Ironisnya, aku menghadapi reaksi yang paling keras tentang hijabku ini, ketika berada di luar Inggris. Baru-baru ini saat pergi ke Kairo, Mesir, dan bertemu dengan teman yang bekerja di sebuah coffee shop. Aku menelponnya dari mobil dan kami berjanji untuk bertemu di lobi hotel, tempatku menginap. Ketika aku datang dan menyapanya, temanku itu ternganga heran. Mungkin saking kagetnya melihatku berjilbab.”
“Aku menyadari bahwa ada masalah yang sangat besar dalam Dunia Islam berkaitan dengan hijab. Kemudian ketika kami sudah nyaman di dalam kafe, dia mengumpulkan keberanian untuk bertanya mengapa aku berhijab? Aku pikir itu pertanyaan yang sangat lucu.”
Seorang muslimah Mesir yang tinggal di dunia Arab malah bertanya kepada seorang wanita Muslimah kelahiran Barat yang tinggal di Inggris. Mengapa ia mengenakan jilbab. Sebuah ironi bukan? Namun saat dijelaskan alasannya, dia terlihat santai saja sambil mengeluarkan rokok dari dalam tasnya, kemudian mulai bercerita pada Shaista ‘Aziz tentang jilbab. Seolah dia yang paling tahu banyak hal tentang jilbab. Jilbab dianggap sebagai sesuatu yang tidak praktis, menyusahkan bahkan sesuatu yang mencekik bagi presenter di TV. Ia tidak ingin memakai hijab. Tidak mungkin. Mungkin itu yang ada dalam benak mereka.
“Aku malah berpikir bahwa di dunia barat ada keasyikan tersendiri memakai jilbab, cadar dan burqo. Aku menyadari dan tidak menyangkal bahwa ada masalah yang sangat besar dalam Dunia Islam terkait dengan kesejajaran hukum bagi para wanita. Tetapi memang para muslimah menghadapi masalah yang berkaitan dengan jender di seluruh dunia.” Shaizta ‘Aziz meyakinkan dirinya.
Perlu disadari bahwa para muslimah berhijab berbeda-beda antara negara yang satu dengan negara yang lain. Gaya dan model mengenakan jilbab pun mungkin juga berbeda-beda. Ini menunjukkan Islam berada di atas segala kumpulan negara-negara, kebudayaan, bahasa dan kepercayaan.
Shaizta ‘Aziz patut bersyukur dapat mengekspresikan kesalihannya dalam berbusana muslimah, karena hal ini tidak dia temukan di tempat lain. Walau pada kebanyakan negara yang berpenduduk muslim sekalipun masih banyak ditemukan wanita tanpa busana muslimah.
Kondisi warga muslim di negara-negara Barat adalah sebuah fenomena yang menarik perhatian dunia Islam dan berbagai forum di Barat. Pasalnya, dalam beberapa dekade terakhir, umat Islam telah menjelma menjadi minoritas agama terbesar di Eropa dan Amerika. Hal inilah yang lantas mendorong mereka untuk menuntut hak-hak yang mestinya mereka peroleh sebagai bagian dari masyarakat di Barat. Akan tetapi, tuntutan itu bukan hanya tidak direspon oleh rezim-rezim di Barat, bahkan media massa di Eropa dan Amerika getol melontarkan tuduhan miring untuk merusak citra umat Islam di dunia.
Di Inggris, umat Islam adalah warga minoritas terbesar dengan jumlah sekitar dua juta jiwa atau tiga persen dari populasi Inggris. Warga muslim Inggris umumnya adalah imigran dari anak benua India, meski tak dipungkiri bahwa banyak pula warga asli Inggris yang memeluk agama Islam.
Di Inggris, warga muslim menghadapi perlakuan pemerintah Inggris yang relatif lunak terhadap warga muslim dibanding negara-negara lainnya di Eropa. Di negara ini terdapat sekitar 600 masjid di berbagai penjuru negeri ini yang merupakan pusat kegiatan warga muslim Inggris. Dari masjid inilah, muncul berbagai organisasi dan partai Islam yang melakukan aktivitas penyebaran agama Islam dan melakukan koordinasi terhadap warga muslim sebagai sebuah komunitas keagamaan.
Berdasarkan undang-undang Inggris, setiap warga bebas melaksanakan kewajiban agamanya. Undang-undang ini tentu saja sangat menguntungkan kelompok minoritas agama di Inggris tak terkecuali umat Islam. Tahun 1988, dengan disahkannya undang-undang persamaan hak belajar, warga muslim Inggris mendapatkan peluang yang lebih besar untuk belajar, termasuk mempelajari ilmu-ilmu keislaman.
Saat ini, sekitar 110 sekolah agama Islam menjalankan aktivitasnya secara independen di Inggris, dan tentunya jumlah sekecil ini masih jauh dari cukup bagi komunitas muslim Inggris, apalagi jika kita membandingkannya dengan fasilitas yang didapatkan oleh kelompok minoritas lain. Meski demikian, para pelajar muslim di Inggris tetap terlibat aktifitas pendidikan dengan giat. Bahkan tahun lalu, salah sebuah sekolah menengah atas putri muslim ditetapkan sebagai sekolah menengah tingkat atas terbaik di Inggris.
Di tengah sinar dakwah yang begitu benderang di negeri Pangeran Charles ini, bukan berarti tidak ada tantangan. Namun dalam menghadapi tekanan dan propaganda buruk ini, Islam di Inggris telah memposisikan diri sebagai agama yang hidup dan menarik perhatian. Karenanya, sebagian warga Inggris memiliki pandangan yang baru terhadap ajaran agama ini. Kita berharap, masyarakat muslim Inggris sebagai kelompok minoritas terbesar di Inggris dapat memperoleh hak-hak mereka yang semestinya.
“Melalui Islam aku merasa memiliki kekuatan untuk tetap dapat bergerak dinamis karena keindahan dan kesederhanaan pamakaian jilbab dan petunjuk-Nya dalam kehidupanku.” Shaista ‘Aziz membenarkan. []
Sumber foto: di sini


Senin, 22 April 2013

Surat Untuk Para Saudaraku.

Jujur saja, saya menulis tulisan ini karena miris melihat interaksi antar aktivis dakwah, khususnya aktivis beda harakah. Kita masih disibukkan dengan sesuatu yang berpuluh tahun telah diperdebatkan oleh orang sebelum kita, masalah konsep, masalah sistem dan metode dalam berdakwah. Apakah tema ini akan tetap kita wariskan kepada generasi akan datang? Sehingga dari generasi ke generasi akan tetap memperdebatkan masalah ini? Inikah umat terbaik? Tentunya kita merasakan “konflik” yang sering melanda aktivis harakah, saya tidak melibatkan organisasinya, saya menyebut “konflik” ini lebih kepada personal, karena itulah yang kita jumpai di lapangan. Tak hanya di dunia nyata tapi juga di dunia maya.

Indonesia kini menjadi lahan subur bagi pergerakan Islam. Sehingga geliat dakwah dan keislaman terasa membahana di bumi pertiwi, di mana-mana selalu saja ada yang menyeru kepada kebenaran Islam, seolah tidak ada ruang yang kosong. Alhamdulillah, geliat dakwah itu berasal dari aktivis pergerakan Islam yang aktif berdakwah, seolah tidak pernah letih dalam mengemban amanah yang memberatkan punggungnya, aktivis yang selalu berpeluh demi kerja-kerja besar, aktivis pergerakan yang selalu menghiasi bibirnya dengan kata hikmah. Subhanallah, semoga Allah membalas kalian dengan syurgaNya. Peluhmu, letihmu, waktumu yang tersita, perasaanmu, dan semua yang telah kalian korbankan demi pencerahan kepada umat.

Saya pikir semua aktivis harakah Islam paham dan hafal, sebuah surat cinta dari Allah yang mengatakan bahwa Allah mencintai orang yang berjuang di jalannya dengan shaff yang rapi. Renungkan ayat ini, karena tanpa shaf yang rapi maka kejayaan itu mustahil akan tercapai. Dan shaf yang dimaksud di sini bukan shaf dalam satu harakah saja, namun shaf seluruh umat Islam.

Fakta di lapangan berbeda dengan ukhuwah yang sering dibahas dalam kajian yang kita geluti, seolah perbedaan harakah di antara kita menjadi hijab yang rentan dengan konflik. Konflik itu biasanya tergambar dari sikap dan tanggapan kita terhadap saudara di lintas harakah. Bukankah kita hafal di luar kepala, ayat Allah yang menegaskan bahwa semua orang beriman itu bersaudara. Apakah kita lupa dengan ayat sering kita baca berulang-ulang itu? Ayat yang semakin mengokohkan persaudaraan antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar, hingga tidak ada lagi kata perbedaan status di antara mereka. Lalu ada apa dengan kita?
Subhanallah, kudapati dalam diri kalian wahai para aktivis pergerakan Islam, tanpa membedakan harakah kalian. Ruh semangat juang yang begitu tinggi, kita mempunyai cita yang sama. Kembalinya sebuah kejayaan yang dijanjikan Rasulullah. Cita itu begitu agung dan telah menyatu dengan aliran darah dan desahan nafas kita. Sebuah impian yang sebentar lagi akan terwujud saudaraku, jangan hancurkan impian itu! Yah mungkin kita menatap impian yang masih di puncak gunung itu di tempat yang berbeda, ada yang menatap impian itu dari sebelah kanan, kiri, depan, belakang. Atau mungkin kita menatap impian itu dalam keadaan yang berbeda pula, ada dengan posisi miring, ada yang sementara duduk, berdiri, berjalan, berlari. Dan karena keadaan dan tempat yang berbeda itulah sehingga menjadikan kita berbeda, yang penting tidak ada di antara kita yang menatap impian itu dengan keadaan berpangku tangan.

Ada pepatah yang menyatakan, banyak jalan menuju roma. Itulah yang terjadi dengan kita saat ini, semua harakah mempunyai jalan tersendiri untuk mencapai tujuan. Yang jelasnya kompas yang digunakan sebagai penunjuk jalan adalah Al-Qur’an dan sunnah. Sehingga tidak ada yang melenceng dan tersesat, saya yakin semua mempunyai pegangan yang kuat. dan inilah yang membuat kita sering larut dalam “konflik” antar aktivis, karena kita masih saja memperdebatkan apa yang memang tidak bisa kita persatukan, karena memang dasar dalam memandang suatu masalah yang berbeda. Di antara sekian banyak perbedaan, kenapa kita tidak mencari persamaan?

Harakah Islam saya gambarkan sebagai pelangi yang indah, semua mata akan betah memandangnya seraya bibirnya mengucap tasbih akan keindahan ciptaan Ilahi. Namun bagaimana jika pelangi itu menjadi tidak beraturan? Apakah masih akan indah kelihatan? Ataukah itu menjadi tanda kiamat?
Ada hadits yang mengatakan bahwa perbedaan umatku adalah rahmat, walaupun disebutkan bahwa hadits itu dhaif, Tapi setidaknya kita bisa mengambil pelajaran, karena isi dari kalimat tersebut tidak salah, bahkan sesuai dengan kondisi kita saat ini. Anggap perbedaan ini rahmat sehingga “konflik” bisa kita hilangkan. Lihatlah dalam satu kebun, pasti akan menambah keindahan jika ditumbuhi beraneka ragam bunga. Ada berwarna kuning, putih, merah, ungu. Sebenarnya jika kita ingin saling mengerti dan memahami, maka semuanya akan menjadi indah. Islam mengatur hubungan interaksi dengan non muslim dengan baik, lalu kenapa kita harus memelihara hubungan yang kurang harmonis?
Saudaraku, lihatlah impian yang di puncak gunung sana sedang melambaikan tangannya kepada kita, dia merindukan kita untuk segera sampai ke sana, dan kita pun dengan segala upaya menghampirinya, sekarang kita sementara berlari ke arahnya, jangan sampai karena perbedaan latar belakang membuat kita saling menjatuhkan di tengah jalan, jika kita saling menjatuhkan maka siapakah yang akan sampai ke sana? Impian itu semakin melambaikan tangannya, jangan sampai impian itu dihancurkan oleh ego kita semua. Saatnya kita saling memapah, menopang dan saling menguatkan. Jika ada saudaramu yang terjatuh mari kita papah dia, bukan malah menyumpahi dengan sumpah serapah atau menertawakannya.

Ada penyakit yang menjangkiti hati kita sebagai aktivis harakah Islam. Ketika kita menganggap harakah kita paling sempurna dan harakah yang lain buruk, bahkan membid’ahkan dan menyesatkan harakah lain. Padahal tidak ada satu pun harakah yang sempurna, semua ada celahnya dan kekurangannya, karena buatan manusia jadi tidak ada yang sempurna. Namun celah dan kekurangan itu bisa ditutupi dengan bersatunya semua harakah Islam, kita saling melengkapi dan menutup kekurangan. Bukan malah saling membongkar kekurangan, tidak cukupkah Rasulullah menjadi panutan kita? Pernahkah beliau mengajari kita untuk membongkar aib dan kekurangan saudara sendiri? Rasulullah bersabda barang siapa yang menjaga aib saudaranya maka Allah akan menjaga aibnya di hari kiamat.
Maaf atas segala kesalahan,

Wallahu A’lam bis shawab!

Sumber: dakwatuna

Jumat, 19 April 2013

Waktu & Tempat yang baik untuk berdoa

Ibnu 'Atha' menjelaskan doa itu mempunyai beberapa rukun (sendi) yang menyebabkan teguh dan kuat berdirinya, mempunyai beberapa sayap yang menyebabkan ia naik ke langit tinggi, mempunyai beberapa sebab yang menyebabkan diterimanya. Maka apabila doa-doa itu dilekatkan di atas rukun-rukun (sendi-sendinya), maka kokoh dan tegaklah berdirinya doa itu. Jika ia mempunyai sayap, maka terbanglah ia ke langit menuju tujuannya dan jika ada sebabnya, maka diterimalah doa itu."

Menurut Ibnu 'Atha', rukun-rukun doa itu, ialah: kehadiran hati bila berdoa, serta tunduk menghinakan diri kepada Allah. 

Sayap-sayapnya, ialah: berdoa dengan sepenuh kemauan dan keikhlasan yang timbul dan lubuk jiwa dan bertepatan dengan waktunya. Sebab utama doa diterima ialah bershalawat kepada Nabi sebelum berdoa. 

Waktu-waktu untuk berdoa, ialah: 
  1. Pada bulan Ramadhan, terutama pada malam Lailatul Qadar.
  2. Pada waktu wukuf di 'Arafah, ketika menunaikan ibadah haji.
  3. Ketika turun hujan.
  4. Ketika akan memulai shalat dan sesudahnya.
  5. Ketika menghadapi barisan musuh dalam medan peperangan.
  6. Di tengah malam.
  7. Di antara adzan dan iqamat.
  8. Ketika I'tidal yang akhir dalam shalat.
  9. Ketika sujud dalam shalat.
  10. Ketika khatam (tamat) membaca Al-Quran 30 Juz.
  11. Sepanjang malam, utama sekali sepertiga yang akhir dan waktu sahur.
  12. Sepanjang hari Jumat, karena mengharap berjumpa dengan saat ijabah (saat diperkenankan doa) yang terletak antara terbit fajar hingga terbenam matahari pada hari Jumat itu.
  13. Antafa Zhuhur dengan 'Ashar dan antara 'Ashar dengan Maghrib.
  14. Pada waktu pengajian (belajar) di suatu majelis.
  15. Pada waktu minum air zam-zam.
Nabi Saw. bersabda: 


Artinya: "Tuhan turun ke langit dunia, ketika malam telah tinggal sepertiga yang akhir. Maka berkatalah Tuhan: Siapa-siapa yang mendoa kepada-Ku, maka Aku perkenankan doanya. Siapa yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku ampuni dia." (HR. Bukhârî dan Muslim). 


Artinya: "Pada waktu malam, sesungguhnya ada suatu saat, dimana jika seseorang Muslim memohon kepada Allah suatu kebajikan dunia dan akhirat ketika itu, niscaya Allah mengabulkannya." (HR. Muslim). 


Artinya: "Mendoalah di saat doa itu diperkenankan Tuhan; yatu: di saat berjumpa pasukan-pasukan tentara (bertempur), ketika hendak mendirikan salat dan ketika turun hujan." (HR. Al-Syâfi'i).


Artinya: "Tidak ditolak suatu doa yang dimohonkan antara adzan dan iqamat. (HR. Al-Turmudzî). 


Artinya: "Inginkah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menyelamatkan kalian dari musuh-musuh dan memudahkan tezeki bagi kalian? Maka berdoalah kalian kepada Allah diwaktu malam dan diwaktu siang. Karena sesunggunya doa itu adalah senjata orang mukmin."(HR. Abû Ya'lâ). 


Artinya: "Ditanyakan orang kepada Rasulullah Saw. Wahai Rasulullah, manakah doa yang paling didengar Allah."? Rasulullah menjawab: "Doa ditengah malam dan doa setelah shalat wajib." (HR. Al-Turmudzî). 

Artinya: "Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Maka perbanyaklah doa (ketika itu)." (HR. Muslim). 

 
Artinya: "Allah mempunyai nama-nama yang baik, maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama tersebut. Dan tinggalkanlah (cara-cara) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan." (Al-A'râf: 180) 

Tempat-tempat yang baik untuk berdoa 
  1. Di kala melihat ka'bah.
  2. Di kala me1ihat mesjid Rasulullah Saw.
  3. Di tempat dan di kala melakukan thawaf.
  4. Di sisi Multazam. Didalam Ka'bah.
  5. Di sisi sumur Zamzam.
  6. Di belakang makam Ibrahim.
  7. Di atas bukit Shafa dan Marwah.
  8. Di 'Arafah, di Muzdalifah, di Mina dan di sisi Jamarat yang tiga.
Di tempat-tempat yang mulia lainnya, seperti di Mesjid dan tempat-tempat peribadatan lainnya.
Thanks To : www.abatasa.com

Sabtu, 13 April 2013

Ini Ibu :)



MARTABAT ibu lebih tinggi daripada bapa kerana hubungannya dengan anak lebih hampir kerana merekalah yang mengandung, melahirkan, menyusukan serta membesarkan anak.
Dengan kehadiran cahaya mata menjadikan tanggungjawab ibu semakin berat kerana perlu menggalas beberapa tugas dalam satu masa.
Ibu pastinya sentiasa meletakkan kepentingan anak dan keluarga melebihi dirinya. Sebab itu martabat ibu terletak pada kedudukan kedua tertinggi selepas mentaati Allah.
Perkara itu berdasarkan ‘tartibul kalimat’ iaitu susunan keutamaan seperti ditegaskan Allah menerusi firman-Nya dalam Surah al-Israa’ ayat 23 yang bermaksud: “Dan Tuhanmu perintahkan supaya engkau tidak menyembah melainkan kepada-Nya dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa.”



Imam Bukhari meriwayatkan kisah daripada Said bin Abi Burdah mengenai seorang lelaki Yaman yang bertawaf sambil mendukung ibunya.
Selesai tawaf, beliau bertanya Ibnu Umar: “Apakah dengan khidmat dan pengorbananku ini dapat membalas jasa bakti ibuku?” Jawab Ibnu Umar: “Tidak, apa yang kamu lakukan tadi tidak akan dapat menebus jasa ibumu sekalipun sekadar hembusan nafas ketika kesakitan melahirkan kamu.”
Martabat tinggi itu adalah berdasarkan peranan terbesar ibu mengandungkan anaknya yang tidak mampu dipikul seorang lelaki pun.
Apabila lahirnya anak ke dunia ini, ibu sebenarnya sudah diangkat menjadi pendakwah di dalam keluarga. Tugas yang perlu mereka laksanakan antaranya bertanggungjawab mendidik serta menerapkan akhlak terpuji kepada anak.

Maka, setiap ibu tidak terlepas daripada memikul tanggungjawab sebagai pendakwah. Sejak dari dalam kandungan lagi, ibu adalah guru dan sekolah pertama bagi anak.
Agenda utama dakwah ialah membina peribadi Muslim yang sempurna dan mantap.
Peranan ibu sebagai pendakwah di sini ialah dalam konteks melayan kerenah anak yang sedang melalui zaman peralihan hidup.
Ibu perlu memahami cabaran persekitaran dalam proses pembentukan anaknya.
Mereka perlu mempelajari teknik pembangunan anak seperti mengawal emosi, kaunseling, teknik membimbing anak bermasalah dan juga teknik memuji sebagai penghargaan.
Setiap kesilapan dan kesalahan yang dilakukan perlu diperbetulkan secara bijaksana. Cara menegur dengan leteran, menengking, marah atau ugutan amat tidak bersesuaian kerana ia akan menerbitkan perasaan dendam, sedih, malu dan memberi tekanan kepada anak.
Perunding motivasi syariah, Mohd Fakhrurrazi Mohd Hanapi berkata, Imam Malik pernah ditanya bagaimanakah beliau memperoleh anak alim dan soleh mosleh.
“Jawapan beliau, aku pilih ibunya. Kisah ini bermaksud pendakwah yang disegani dalam skop perbincangan wanita bermula dari peringkat awal lagi iaitu pemilihan bakal isteri.
“Dari aspek pemilihan bakal isteri, nabi junjungan menyarankan kita memilih yang beragama. Seorang penyair Arab berkata, sang ibu itu samalah dengan sekolah, jika anda pandai menyesuaikannya… samalah seperti anda membangunkan suatu umat yang baik keturunannya… Oleh yang demikian, tidak dapat dinafikan lagi pentingnya peranan kedua ibu bapa dalam mendidik anak mereka menjadi insan yang berguna.
“Ibu adalah murabbi (pendidik). Betapa bahagianya ibu bapa dapat diumpamakan seperti, mereka dapat melihat buah (hasil) bahkan dapat juga berlindung di bawah pohon yang mereka tanam dahulu.
“Itulah ‘seni’ mendidik anak; perlu secara halus, dalam lembut ada tegasnya, dalam semangat ada berkat,”katanya.
Beliau berkata, ulama tersohor Abdullah Naseh Ulwan dalam kitabnya Tarbiyatul Aulad menggariskan lima panduan dalam kaedah mendidik anak serta mengekalkan disiplinnya.
“Pertama, menunjukkan contoh teladan iaitu mengambil Nabi Muhammad s.a.w sebagai ikutan.
“Kita pernah mendengar orang tua kata, anak adalah cermin ibu bapanya. Kalaulah ibu atau ayahnya seorang yang baik sudah pasti anaknya juga begitu.
“Kedua, memastikan disiplin anak dengan cara kebiasaannya. Pujangga Arab berkata, sesiapa yang terdidik dari kecilnya maka akan terbiasa sehingga dewasa.
“Bahkan imam Ghazali menyatakan, akhlak adalah perbuatan yang tidak perlu kepada berfikir dahulu, iaitu tindakan terus akibat menjadikan perbuatan itu adat kebiasaannya.
“Ketiga, menggunakan nasihat dan bimbingan. Anak mana yang sentiasa berdisiplin dan dengar kata. Sudah pasti ada kenakalan atau ragam mereka yang perlu kita tegur.
“Ini selaras dengan dasar pendidikan agama iaitu, nasihat. Bukan sekadar ibu bapa perlu menasihatkan anak, malah ibu bapa wajar meminta pandangan dan nasihat dari anak mereka.
“Keempat, pendidikan berterusan dengan pemerhatian serta pengawasan ibu bapa.
Apabila anak meningkat remaja ibu bapa perlu mengawasi anak daripada berbuat perkara yang menyalahi agama.
“Kelima, disiplinkan anak dengan denda dan hukuman. Ia bukan bersifat menghukum tetapi lebih kepada mendidik agar mereka mematuhi konsep tarbiah.
“Ajar anak dengan contoh persekitaran mereka seperti pencuri akan ditangkap polis dan dihukum. Ini satu bentuk gambaran kepada keterbatasan tindak tanduk anak, iaitu mereka boleh bergembira tetapi ada batasannya,” katanya.
Menurutnya, seorang ibu wajar berniat, aku adalah ibu yang terbaik kepada anakku dan isteri solehah kepada suamiku.
“Niat ini bukan saja doa malah menjadi ingatan kepada diri supaya tahu matlamat diri sendiri. Dalam Islam, tidak menjadi kesalahan bagi seorang ibu untuk bekerja.
“Malah, isteri yang reda dan ikhlas dalam bekerja bagi membantu suaminya mencari nafkah akan memperoleh ganjaran seumpama berjihad.
“Pepatah barat ada menyatakan, “you win some, you loose some”. Tiada kemenangan kepada kedua-duanya tetapi keseimbangan dalam pembahagian masa dan perhatian diperlukan dalam menangani konflik seperti ini.
“Tiada gunanya hebat dalam kerjaya tetapi membiarkan anak gersang kasih sayang.
Apabila rumah kosong dengan kasih sayang, mereka akan mencari kasih sayang di luar,” katanya.
Katanya, ibu sebagai pendidik dalam keluarga perlu membiasakan diri dengan sikap sentiasa mahu belajar.
“Jangan malu bertanya. Tambah ilmu serta bertukar pandangan dengan alim ulama atau menghadiri kursus keibubapaan bagi menajamkan kemahiran mendidik anak generasi kini.
“Kita perlu menambah maklumat yang boleh digunakan dalam mendidik anak bagi menjauhkan mereka daripada anasir negatif.
“Jangan sampai tersedar selepas anak disahkan menagih dadah, mengandungkan anak luar nikah atau ditangkap polis kerana melakukan jenayah.
“Peranan ibu bukan sekadar melahirkan malah mendidik dengan penuh keikhlasan supaya anak menjadi sebutir mutiara di celahan deraian kaca,” katanya.

Rabu, 27 Maret 2013

Ayah! shalat subuh.

     Suatu hari seorang anak sedang belajar di sekolahnya, dia baru kelas 3 SD. Di salah satu pelajaran, seorang guru menjelaskan tentang shalat subuh dan dia menyimaknya dengan seksama. Mulailah gurunya berbicara tentang keutamaan dan pentingnya shalat subuh dengan cara yang menggugah, tersentuhlah anak didiknya yang masih kecil itu. Terpengaruhlah seorang anak kecil tadi oleh perkataan gurunya sementara ini dia belum pernah shalat subuh sebelumnya dan juga keluarganya.

     Ketika dia pulang ke rumah, berfikirlah dia bagaimana caranya supaya bisa bangun untuk shalat subuh besoknya. Dia tidak mendapatkan caranya selain tidak tidur semalaman sampai bisa melaksanakan shalat subuh. Dia melakukan caranya itu. Dan ketika mendengar azan, bergegaslah dia untuk menjalankan shalat subuh. Tetapi ada masalah bagi anak kecil ini untuk sampai ke masjid karena letaknya jauh dari rumahnya. Dia tidak bisa berangkat sendirian, maka menangislah dia dan duduk di depan pintu. Tetapi tiba-tiba dia mendengar suara sepatu seseorang dari arah jalan, dibukalah pintu dan keluarlah segera dari rumahnya. Nampaknya kakek ini menuju masjid. Anak kecil ini melihat sang kakek dan dia kenal. Kakek ini adalah kakek temannya, Ahmad. Anak kecil ini mengikuti Kakek Ahmad di belakangnya dengan rasa khawatir dan perlahan-lahan dalam berjalan, jangan sampai Si kakek merasa diikuti dan melaporkan dia ke keluarganya dan yang kemungkinan akan menghukumnya. Berjalanlah peristiwa ini seterusnya sampai pada suatu ketika Si kakek dipanggil oleh Allah Pemilik jiwa dan raganya. Si kakek wafat.

     Anak kecil mendengar kabar ini, tertegunlah dia dan menangis sejadi-jadinya. Ayahnya sangat heran melihat kondisi seperti ini, kemudian bertanyalah kepada anaknya, “wahai anakku kenapa kamu menangis sampai seperti ini, dia itu bukan teman bermainmu dan bukan pula saudaramu yang hilang?” Anak kecil itu melihat kearah ayahnya dengan berlinang air mata penuh kesedihan, dan berkata kepada ayahnya,

“seandainya yang meninggal itu ayah, bukan dia.” Bagai disambar petir dan tercenganglah seorang ayah kenapa anaknya yang berkata dengan ungkapan seperti itu, dan kenapa begitu cintanya anaknya kepada si kakek? Anak kecil menjawab dengan suara parau, “Aku tidak kehilangan dia karena hal-hal yang ayah sebutkan.” Bertambah heran ayahnya itu dan bertanya, “lalu karena apa?” Anak itu menjawab, “karena shalat ayah….karena shalat!” Kemudian anak itu menambahkan pembicaraannya, “Ayah, kenapa ayah tidak shalat subuh? Kenapa ayah tidak seperti si kakek dan seperti orang lain yang aku lihat?” Berkata ayahnya, “dimana kamu melihatnya?” Anak kecil itu menjawab, “di masjid.” Berkata lagi ayahnya, “bagaimana kisahnya?” Maka berceritalah anak kecil itu kepada ayahnya tentang apa yang dilakukan selama ini. Tersentuhlah seorang ayah oleh anaknya, lembutlah hati dan tubuhnya, jatuhlah air matanya, dipeluklah anaknya, dan semenjak peristiwa itu, ayah anak itu tidak pernah meninggalkan shalat satu waktupun dan semuanya dilakukan di masjid. (athfal lakin du’ah)

Wudlu dapat mencegah terjadinya berbagai penyakit kulit

Rasulullah bersabda, Barangsiapa berwudhu dengan membaguskan wudhunya, maka keluarlah dosa-dosanya dari kulitnya sampai dari kuku jari-jemarinya. HR. Muslim. Rasulullah bersabda, Sungguh ummatku akan diseru pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya karena bekas wudhunya, (Abu Hurairah menambahkan) maka siapa yang mampu melebihkan panjang sinar pada tubuhnya, maka lakukanlah. (HR. Bukhari dan Muslim).

Ilmu kontemporer menetapkan -setelah melalui percobaan mikroskopi terhadap tumbuhnya mikroba pada orang yang berwudhu secara teratur dan juga kepada yang tidak teratur- bahwasannya orang yang selalu berwudhu maka mayoritas hidung mereka menjadi bersih, tidak terdapat berbagai mikroba. Oleh karena itu, adanya mikroba yang menempel pada mereka hilang sama sekali ketika mereka membersihkan hidung, dibandingkan dengan orang yang tidak berwudhu maka tumbuh pada hidung mereka berbagai mikroba dalam jumlah yang besar yang termasuk jenis mikroba berbentuk bulat dan berklaster yang sangat berbahaya ... dan mikroba yang cepat menyebar dan berkembang-biak ... dan mikroba lainnya yang menyebabkan banyak terjadinya berbagai penyakit. Dan sudah jelas bahwasannya proses keracunan itu terjadi adanya perkembangan berbagai mikroba yang berbahaya bagi rongga hidung, kemudian sampai ke tenggorokan untuk kemudian terjadi berbagai peradangan dan penyakit, apalagi jika sampai masuk ke peredaran darah!!

Oleh karena itu, disyari\'atkan untuk melakukan istinsyaaq (menghirup air ke dalam hidung) sebanyak 3 kali kemudian menyemburkannya (tetap dengan hidung) setiap kali wudhu. Adapun berkumur-kumur itu dimaksudkan untuk menjaga kebersihan mulut dan kerongkongan dari peradangan dan pembusukan pada gusi, serta menjaga gigi dari sisa-sisa makanan yang menempel gigi. Dan sudah terbukti secara ilmiah bahwa 90% orang yang mengalami kerusakan gigi jika saja mereka mau perhatian terhadap kebersihan mulutnya ketika dahulu rusak gigi-gigi mereka, dan adanya pembusukan yang terjadi disebabkan oleh makanan dan air liur dan bercampur dalam perut dan menuju ke darah. Dan dari darah itulah kemudian menyebar ke seluruh organ dan kemudian menyebabkan berbagai penyakit.

Dan sungguh, berkumur-kumur akan menyegarkan berbagai organ yang ada di wajah dan menjadi cerah. Dan uji-coba ini belum pernah dikemukakan oleh para dosen olah raga kecuali sedikit. Hal ini karena mereka hanya memperhatikan kepada organ-organ tubuh yang besar. Dan membasuh wajah dan kedua tangan sampai siku, serta kedua kaki memberikan manfaat untuk menghilangkan debu-debu dan berbagai bakteri, apalagi dengan membersihkan badan dari keringat dan kotoran lainnya yang keluar melalui kulit.

Dan juga, sudah terbukti secara ilmiah tidak akan menyerang kulit manusia kecuali apabila kadar kebersihan kulitnya rendah. Sebab manusia apabila lama beraktivitas tanpa membasuh anggota badanya, maka kulit akan mengalami berbagai peradangan yang menyerang permukaan kulit, seperti kudis. Dan kudis ini menyerang ujung jari-jari yang sebagian besar tidak dalam keadaan bersih, sehingga masuklah berbagai mikroba ke dalam kulit.
Oleh karena itu, bertumpuk-tumpuknya peradangan sangat mengundang mikroba untuk berkembang-biak dan menyebar. Maka, wudhu telah mendahului Ilmu Pektrologi modern dan para pakar yang menggunakan karantina sebagai media untuk mengetahui berbagai mikroba dan jamur-jamur yang menyerang kulit orang-orang yang tidak suka dengan kebersihan, dimana kebersihan ini semakna dengan wudhu dan mandi dan dengan uji-coba dan penelitian.

Penelitian dan uji coba ini memberikan manfaat yang lain:

Bahwa kedua tangan banyak membawa mikroba yang terkadang berpindah ke mulut atau hidung apabila tidak dibasuh. Oleh karena itu, sangat ditekankan untuk membersihkan kedua tangan terlebih dahulu sebelum melakukan wudhu. Dan ini menambah jelas kepada kita sabda Rasulullah: Apabila salah seorang diantara kalian bangun dari tudir, maka janganlah mencelupkan kedua tangannya ke bejana (tempat air) sebelum mencucinya terlebih dahulu tiga kali.

Dan sudah terbukti juga bahwa peredaran darah pada organ tangan bagian atas dan lengan bawah serta organ-organ bagian bawah seperti kedua kaki dan kedua betis adalah organ-organ yang paling lemah dibandingkan organ tubuh lainnya karena jauhnya dari pusat peredaran darah, jantung. Maka apabila kita membasuhnya diserta menggosoknya, maka akan menguatkan peredaran darah pada organ-organ tersebut sehingga membantu kita menambah tenaga dan vitalitas. Dan dari itu semua, maka terketahuilah mukjizat disyari\'atkannya wudhu di dalam Islam.

( Sumber: Al-I\'jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah )

Muhammad Kamil Abd Al-Shomad
Dr. Ahmad Syauqy Ibrahim, Anggota Ikatan Dokter Kerajaan Arab Saudi di London dan Penasihat Penderita Penyakit Dalam dan Penyakit Jantung mengatakan, \"Para Pakar sampai berkesimpulan bahwa mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan bisa mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan menjadi rileks syaraf-syaraf dan otot, hilangnya kenaikan detak jantung dan nyeri-nyeri otot, kecemasan, dan insomnia (susah tidur)\". Hal ini dikuatkan oleh salah seorang pakar dari Amerika dengan ucapannya, \"Air mengandung kekuatan magis, bahkan membasuhkan air ke wajah dan kedua tangan -yang dimaksud adalah aktivitas wudhu- adalah cara yang paling efektif untuk relaksasi (menjadikan badan rileks) dan menghilangkan tensi tinggi (emosi).
Sungguh, Maha Suci Allah Yang Maha Agung ...

Sumber :  www.alsofwah.or.id

Senin, 28 Januari 2013

GUNUNG DILANGIT

Gambar yang menjelaskan bahwa ada awan berbentuk gunung di atas langit (dipotret melalui satelit), yang berbentuk hampir sama dengan gunung sesungguhnya di atas bumi. Inilah beberapa cara Allah untuk menjelaskan makna dari surat An Nur 43, yang sejak lama mengundang keheranan, bagaimana mungkin ada gunung di langit :
ألم تر أن الله يزجي سحابا ثم يؤلف بينه ثم يجعله ركاما فترى الودق يخرج من خلاله وينزل من السماء من جبال فيها من برد... "Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu ia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celahnya, dan Dia menurunkan (butiran) es dari langit, yaitu dari (gumpalan awan seperti) gunung-gunung..."

Selasa, 22 Januari 2013

4 KISAH RENUNGAN HIDUP

     Seorang guru sedang duduk bersama dengan murid-muridnya.Dia mengemukakan beberapa bertanyaan kepada murid-muridnya.

1. Apa yang tidak mungkin dilakukan manusia? Murid-murid bingung, tidak tahu jawabannya. Sang guru kemudian menjawab: Semua hal di dunia ini mungkin terjadi, kecuali satu hal, kembali ke masa lalu. Waktu tidak bisa diputar ulang dan manusia tidak akan bisa kembali ke masa lalunya.

2. Apa yang paling besar di dunia ini? Sang murid-murid dengan cepat menjawab,” Gunung!! Gunung yang paling besar didunia ini.” Sang guru menjawab,”Benar, tetapi yang paling benar adalah nafsu.” Nafsulah yang paling besar di dunia ini. Banyak contoh terjadi karena mengandalkan hawa nafsunya saja maka orang tua bisa membunuh anak dan keluarganya sendiri, terjadi banyak pemerkosaan anak dibawah umur bahkan yang masih duduk di bangku TK, nafsu dendam dan sebagainya.

3. Apa yang paling mudah dilakukan oleh manusia? Sang murid menjawab,”Bernafas, Marah!!” Sang Guru menjawab, “Benar, tapi yang paling benar adalah meninggalkan iman.” Manusia mudah sekali meninggalkan imannya. Mungkin karena penderitaan, kemalasan atau harta dan beribu alasan lain bisa menyebabkan manusia dengan mudah meninggalkan imannya, meninggalkan ibadatnya.

4. Apa yang paling tajam di dunia ini? Murid-murid menjawab”Pedang!! Tombak!!” Sang Guru menjawab,”Benar, tapi yang paling benar adalah lidah.” Lidah manusialah yang paling tajam di dunia ini, hanya karena tajamnya lidah maka terjadi fitnah, pembunuhan dan penderitaan. Bayangkan lidah yang panjangnya mungkin cuma 10 cm bisa menghancurkan semuanya karena ketajamannya. Yang patut kita renungkan adalah: Kita sebagai manusia, kita hidup di masa kini. Ada yang bilang masa lalu adalah sejarah, masa kini adalah anugerah dan masa depan adalah misteri. Memang manusia tidak akan bisa kembali ke masa lalunya, waktu tidak bisa diputar ulang, kita hidup di masa kini. Karena itulah dalam hidup kita sekarang ini kita harus bisa mengendalikan hawa nafsu kita, kita harus berupaya supaya kita tetap menjadi manusia yang beriman dan taat kepada Tuhan, selain itu kita harus bisa mengendalikan lidah kita, perkataan kita, apa yang kita ucapkan hendaklah adalah perkataan yang baik dan tidak membuat orang lain menderita. Selagi kita masih diberi anugerah bisa hidup sekarang ini, kita semua harus berupaya menanam kebaikan dalam setiap tindakan kita dan terus maju menyongsong masa depan yang menanti kita.SEMANGAT....!!!

Senin, 21 Januari 2013

MANFAAT TIDUR DI SIANG HARI [QAILULLAH]

      Pengusaha Muslim Sejati Perlu memahami ilmu Qailullah. Simak nih= Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memerintahkan kita untuk tidur sebentar di siang hari. Beliau bersabda : قيلوا فإن الشياطين لا تقيل “Lakukanlah Qailulah (tidur siang), karena sesungguhnya syetan itu tidak melakukan qailulah” (HR. Ath-Thabrani) Waktunya sesudah Dzuhur apa Sebelum ?
     Al-Zamakhsyari mengomentari makna hadis ini dgn mengatakan,”Tidur siang adalah tidur sebelum waktu zuhur.”. Al-Azizi sendiri dgn menukil dari kitab Al-Nihayah karya Ibnu Al-Atsir mengatakan,”Tidur siang adalah istirahat tengah hari, meski tidak disertai dgn tidur.” Manfaatnya apa ? PERTAMA dpt Pahala karena niatnya ngamalkan sunnah.
     KEDUA, Mereka yg menghabiskan waktu kurang lebih setengah jam utk tidur siang dikantor, tiga kali dlm seminggu, resiko kematian yg disebabkan oleh timbulnya gejala penyakit jantung berkurang rata-rata 37% dibandingkan dgn mereka yg tidak istirahat tidur siang di kantor. Penelitian ini melibatkan 23.681 penduduk usia dewasa di Yunani dan memakan waktu 6 tahun seperti dilansir oleh Associated Press ( AP ). Studi ilmiah ini menemukan teori baru bahwa tidur siang memiliki pengaruh yg penting dlm meningkatkan produktivitas dan mengurangi tingkat kematian.
    Para peneliti berpendapat bahwa tidur siang di kantor sangat bermanfaat bagi jantung, karena dapat mengurangi stress dan detak jantung yg berlebihan, sehingga membuat kerja terhambat (Dr. Dimitrios Trichopoulos,seorang penanggung jawab studi dan penelitian pada Harvard School of Public Health dan University of Athens Medical School. ).